Sabtu, 05 November 2016

tanganku masih erat menggengam gagang pintu yang sehempas beberapa menit lalu ku dorong keluar.
kemudian aku putuskan untuk menutupnya dan bersembunyi dibalik pintu tua itu.
masih dengan genggaman pada gagang pintu itu, aku lepaskan lemas dan rinduku.
aku terlalu takut untuk melihat seseorang dibalik pintu itu.
disela sela alur serat kayu yang menganga, tak sempat dan tak terfikir sekalipun untuk mencuri citra pada sosok itu.
aku terlalu takut.......
hingga yang kulakukan hanya berdiri lemas menunggu jejak kaki itu lenyap. atau gesekan dari bungkus plastik di tempat penyimpanan berhenti berbunyi.
sungguh sulit, aku lah memang yang menyulitkan.
sampai akhirnya jejak itu beranjak pergi
tapi rindu dan lemas ku tak juga pergi, semua justru terbuka kembali
salah.

Perjalanan

Apa sebenarnya yang kamu cari dari perjalanan seperti ini? pertanyaan itu pasti akan selalu muncul
Hanya menghabiskan uang, membuang tenaga, dan tak ada yang kamu dapatkan.
Perjalanan ini adalah tentang mencintai karya pencipta
tentang memperluas syukur
dan membentuk mental.
Kali pertama aku memulai perjalanan ini dengan pengalaman yang buruk, tersesat dan banyak kejadian yang tak mengenakan terjadi bersama rombonganku.
Tapi pengalaman pertama tersebut nyatanya tak pernah membuatku kapok, dan kembali ke zona nyamanku
Beberapa kali perjalanan pendakian aku lakukan, mungkin aku hanya amatir yang ikut-ikutan orang lain.
Tapi bagiku mendaki itu mengajarkan banyak hal
Tentang kesabaran, aku adalah orang yang paling tidak sabar sering sekali wajahku mengusut jika harus menunggu atau marah-marah tak menentu karna melakukan hal yang membosankan dan itu-itu saja.
Tentang kerja keras, bahwa apa yang ingin kamu dapatkan harus kamu perjuangkan. Lelah itu adalah teman untuk mencapai sukses. Ya begitu
Tentang berbagi, berbagi lelah dan berbagi bahagia kepada TIM. Karena ini bukanlah tentang perjalanku tapi perjalanan kami
Tantang kehangatan, para pendaki yang selalu tersenyum ramah dan menyapa setiap kali bertemu, bahkan tak jarang mereka mengajak kami mengobrol dan berbagi sebagian yang mereka punya kepada kami. Dingin nya cuaca digunung akan kalah dengan kehangatan mereka semua.

Seringkali dalam setiap perjalanan aku selalu merasa ragu dapat menyelesaikan perjalanan itu, bahkan tak jarang muncul pikiran untuk berhenti berjalanan dan melepaskan tujuan, sama persis di kehidupanku sering sekali aku merasa takut dan ragu dapat menyelesaikan apa yang sudah aku pilih.
Tapi orang-orang sekitar selalu menyemangati hingga akhirnya kami semua sampai pada tujuan.

Maka, bagi ku perjalanan ini bukanlah sekedar gengsi, mengejar eksistensi , atau sekedar ingin mendapatkan love di media sosial.

Perjalanan ini mengajarkan ku banyak hal.

Bagi pembaca yang belum kesampaian melakukan pendakian, aku rasa kalian patut mencobanya
selain hal-hal yang aku sebutkan tadi, tentu alam karya sanga Maha Pencipta sangatlah indah untuk dilewatkan
Pada perjalan ini, kalian akan mendapatkan kesucian karya Pencipta yang tak bisa kalian lihat di tempat kalian tinggal sekarang, mungkin






Jumat, 21 Oktober 2016

Di tengah pelarian

Di ujung jalan aku lihat lambaian tangan berirama menyudut kearahku.
Ia memaksa untuk dapatkan perhatianku
Masih dibeberapa menit yang lalu, usahanya tak patah walau hanya di balas sepah.
Aku biarkan mata itu menjalankan tugasnya. Memantau jika memang bahaya bberada disekeliling.
Tepat, kau tertangkap basah!
Bayangan di balik tembok itu tidak akan pernah bisa bersembunyi. 
Kau salah jika kau anggap aku tidak tahu. 
Ditengah pelarian ku ini.
Sisakan lupa saja, biarkan aku sendiri saja.
Dan jika aku sudah lelah dalam pelarian ini. Aku akan kembali menjadi manusia yang penuh asa. 
Tak lagi berlari untuk berteduh
Aku akan menikmati setiap rintik hujan dengan penuh rindu