Sabtu, 02 Mei 2015

secangkir kopi

Aku jatuh cinta pada secangkir kopi
bukan kopi hitam pahit seperti punya kakek ku dulu
bisa dibilang kopi campuran ala anak muda tahun ini
rasanya........
tidak ada pahitmya, malahan sangat manis
tapi aku masih dapat merasakan aroma harum kopi didalamnya
kopi hangat pada dinginya kota Semarang kali ini
dengan sedikit candaan, dan obrolan renyah malam itu
teman yang sagat pas untuk ngopi
kabar baiknya tidak ada kabut malam ini!
indahnya kota semarang terlukis sekali dari tempat yang cukup tinggi ini
gemerlap lampu malam menambah romantise yang tak seharusnya pernah ada
aku sangat ingin datang ketempat aku berdiri sekarang
sampai akhirnya sesosok asing membawaku kesini
mimpi.... ya benar-benar mimpi
ketempat sebagus ini dengan sosok asing yang selalu ingin aku kenal
menatap langit yang penuh bintang membuatku semakin merasa jika ini hanyalah mimpi
benar-benar aku jatuh cinta pada secangkir kopi malam itu
menyenangkan
deskripsi apa lagi yang bisa ku utarakan
==============
kopi hangat di udara dingin
logisnya adalah akan cepat dingin
apa enak rasanya jika sudah dingin? aneh rasanya
karna seninya minum kopi itu yaa diminum sangat hangat-hangat 



Jumat, 13 Februari 2015

takdir?

Banyak banget yang bahas tentang "Cinta Beda Agama"
Media sosial khususnya. Banyak sekali yang membahas tentang cinta beda agama.Aku rasa sih ini wajar banget terjadi. Melihat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Tidak bisa di pungkiri jika kita bisa dengan mudah jatuh cinta dengan orang yang 'berbeda' dengan kita.

Membahas tentang cinta beda agama. Film-film banyak sekali yang mengangkat cerita tentang ini. Yang endingnya itu rata-rata 'gantung', gantung disini ya gitu ga clear tapi intinya ya ga bisa satu. Dari sekian banyak film yang aku tonton. Paling suka sama satu film inii.....

"Cin(T)a"

Tapi menurut aku disini bukan cuma soal cinta sih tapi lebih universal. Bagaimana kita menghargai orang yang berbeda dengan kita, bertoleransi. Dan cerita disini aku rasa memang sesuai dengan realita yang ada di Indonesia.

satu kata-kata yang aku ingat dari film itu
"Lo pikir kenapa Tuhan ciptain atheis? Capek kali di sembah dan di puja terus."
"Kenapa Tuhan ciptain kita beda-beda? kalau Tuhan hanya mau di sembah dengan 1 cara?"
"Makanya Tuhan nyiptain cinta, agar yang beda-beda bisa tetap bersama."

Jika semuanya adalah Takdir yang berarti rencana dari Tuhan.Ketika takdir membawa mu pada suatu hal yang bersebrangan, apakah Tuhan akan marah? apakah mereka salah?.
Sulit banget rasanya menjawab dan menyelesaikan pertanyaan itu.

ada kata-kata lagi......

" Tuhan lo sendiri aja berani lo Khianati, apa lagi gue yang cuma manusia?"

Pernyataan ini memang realistis sih. Tuhan, sesuatu yang lo imani dan lo yakini sejak lo kecil berani lo khianati. Tapi pernahkan kalian berfikir. Iman yang kalian imani sekarang memang apa yang benar benar kalian yakini atas hati nurani dan kesadaran kalian tanpa ada sangkut paut dengan garis keturunan dan semacamnya. Gue selalu salut lihat orang yang pindah agama saat mereka dewasa, bukan karena cintanya dengan seseorang. Mereka berani memilih jalan yang mereka yakini sesuai hati nurani mereka walau berbeda dengan garis yang seharusnya ia lanjutkan. waw banget!

Awalnya aku nyaris setuju dengan penyataan ini, tapi setelah aku pikir.................
Rasanya ga pantas aku membenarkan pernyataan ini. Seperti menghakimi orangtua ku sendiri sedangkan aku lahir dan aku bisa ada disini tidak lain yaa karna orang tua ku juga salah satunya.
Apakah salah jika mamaku memilih seseorang yang ia cintai?
Apakah mama ku tak pernah mencintai Tuhan nya?
Apakah mama ku tak mencintai keluarganya?
Lalu........................ jika aku menyatakan bahwa "ini lah takdir yang di berikan Tuhan untuk mama ku"
apakah ini salah?
Bahkan mamaku tetap mencintai papa ku walau mereka sudah terpisah sangat jauh. Mamaku pun tak pernah berfikir untung mengubah keyakinanya setelah Papa meninggal.
Aku rasa takdir Tuhan terlalu indah untuk aku hakimi. Karena soal keyakinan, cinta, dan iman biarlah itu menjadi urusan kita masing-masing. Jangan pernah mengusik orang lain.

Yang mereasakan dan yang menjalankan adalah mereka.... jika memang sudah takdirnya kamu mau apa? beragumen hanya untuk menampik semuanya? sia-sia.

ini cuma pemikiran aku aja, mungkin banyak banget yang berbeda pemikiran dengan aku.cuma sekedar ingin berbagi bercerita Tidak ingin mempengaruhi atau menghasut :)

Selasa, 27 Januari 2015

diam.................
jalan terbaik dalam mendinginkan masalah
membiarkan setiap persepsi mucul
mendengarkan setiap teriakan
sampai puas, sampai lega
biarkan hanya aku dan Tuhan yang tahu rasanya

tak bisa kah semua setenang air?
diam saja
sunyi! cukup dengan sunyi
tak mau lagi mendengar bisikan bisikan kosong
hanya itu yang aku ingin

hidup ini sudah terlalu sulit
jika aku harus selalu mendengarkan setiap teriakan itu
tak ada habisnya
atau bahkan hanya dengan tidak sengaja mendengar bisikan-bisikan itu
risih rasanyaa
aku hanya melalukan yang terbaik yang bisa aku lakukan

sisanya...
hasilnya....
biarkan takdir yangmemberikan jawaban
pasrah....
ya memang
begitulah hidup