Jumat, 07 April 2017

kesadaran

siap tidak siap kita akan selalu berkata tidak siap
mengapa harus mengunggunakan kata tidak untuk membuka perjalanan besarmu
atau mungkin kamu ingin menggantikan kata tidak dengan belum?
untuk satu hal ini mungkin kata belum sama saja dengan kata tidak
kita terlalu membiarkan waktu menunggu, egois
kamu itu siapa berani beraninya membiarkan waktu menunggu?
waktu tidak pernah bersedia, untuk siapapun
apalagi kamu, seorang pemalas yang selalu acuh dengan waktu
jalani semua dengan kesadaran mu, aku pernah membaca tulisan seseorang
ia menerima dan memilih pilihan besar hidupnya bukan karena kesiapan, tapi karna kesadaran

aku sepakat!
manusia, mahluk yang tidak berpuas diri, selalu merasa kurang, dan selalu ingin lebih
dan sayang nya mereka ingin lebih tapi takpernah merasa sanggup untuk membuka gerbang perjalanan besar itu
dan mereka tidak bisa merasa cukup dan siap , tapi tak berani bergerak
kenapa?
maka itulah, kesadaran lah yang memainkan peranya untuk sekarang

kesadaranmu bergantung pada pemahaman akan hidupmu
bukalah hatimu, tenangkan dia
bersandarlah pada tuntunan agamamu, tilik lah pengalaman sebelumnya, dan lihatlah lingkungan sekelilingmu
sadarmu akan terbuka dengan sendirinya

aku sadar ini yang harus aku lakukan, dan aku ternyata memang siap!

Sabtu, 18 Maret 2017

tidak ada

tidak ada rindu ataupun sesal , tidak ada resah atau iri ketika aku melihat sosok perempuan bersolek itu mencuri perhatiannya. Berbahagialah karena aku tidak sedikitpun berniat mencuri mimpi kalian. 
Seiklas iklasnya hati ini menerimanya , hanya saja jangan larang aku untuk kecewa karena kekecewaan itu adalah bentuk penolakan diriku padamu. 
Aku bersembunyi agar tidak ada yang terlukai diantara kita semua, biarkan begini. Aku tidak ingin menyalahkan siapapum, karna memang tidak ada masalah disini. Takdir adalah ketentuan , itu adalah hak Tuhan menginterferensi cerita mu. 
Apakah salah? tidak, karna memang engkaulah yang berhak menentukan apa apa saja yang menjadi miliku. 

Jumat, 10 Maret 2017


Bagiku sekarang atau nanti, kalian yang berada dihatiku akan tetap menjadi apa yang ada dihatiku. Tidak peduli seberapa lama pertemuan itu terjadi, seberapa dingin kata-kata yang terucap, seberapa renyah candaanmu. Semua akan tetap sama bagi ku

Tapi mungkin tidak begitu dengan kalian
Aku Menerima

Memang benar
Harus ada yang tinggal, dan meninggalkan

Begitulah kehidupan ini

Jangan terlalu menaruh hati kepada dia, kamu, atau mereka