Selasa, 19 Agustus 2014

190814

mau share pengalaman aja nih
gatau kenapa suka banget sama yang namanya jualan. mungkin nurun kali yah dari bokap
bukan masalah dapet untung besarnya sih. aku lebih seneng ketika daganganku laris dan orang-orang yang membelinya merasa senang
bukannya munafik atau apa. tapi gimana yaa walaupun untung yang lo dapet banyak tapi orang yang beli sama sekali ga bisa senyum atau merasa puas dengan barang dagangan lo itu ga enak.
secara logika pun. kalau pembeli itu merasa puas pasti ia akan bercerita pada temanya dan merekomendasikan barang yang kita jual
jadi bisa nambah pelanggan dan untungnya bakal lebih banyak
nah ek mau cerita ni
kepanitiaan di dunia perkuliahan mungkin ga asing lagi yaa. dari SMA bahkan pasti ada panitia
tapi hal yang baru aku temui itu yaa nge Danus alias(Dana Usaha)
kalau di SMA rasanya jarang denger kata itu. biasanya yaa mentok-mentok iuran
hahahahaa
nah biasanya nih disetiap kepanitian pasti aku selalu milih seksi danus
gatau kenapa aku merasa nyaman dengan ini. mungkin untuk sebagian orang merasa "ah ngapain sih? mau aja kerja capek2 dsb"
tapi buat aku Danus itu bukan sekedar buat cari uang
mungkin kalu dari  prinsipnya itu jauh dari apa yang aku mau. konsep jualan yang aku mau
karna disini emang di kejar sama anggaran
tapi banyak banget pelajaran yang bisa aku dapetin disini
disini aku belajar bagaimana caranya bersikap
menawarkan dagangan ke orang lain dengan kata-kata yang mungkin bisa membuat mereka tertarik
belajar menjadi orang yang ramah pada semuanya tanpa pernah kita kenal sebelumnyaa
belajar tersenyum!!! ini paling oke banget deh
gamungkin kan kita jualan tapi mukanya asem, mana ada yang mau beli? hahaha
nah disini dituntut banget profesionalismenya. mau udah capek atau lagi ada masalah harus tetap senyum :)
kadang ini yang bisa jadi hiburan atau bahkan pelampiasan aku dari hal-hal yang menyebalkan
karna disini aku 'dipaksa' untuh happy ahahahaa
aku juga belajar bagaimana caranya menghargai
kadang ga semua sikap orang itu menyenangkan menanggapi tawaran kita
ada yang ramah tapi ada juga yang jutek
jadi lebih tau bagaimana caranya menghargai orang lain. kalau kita juga ingin dihargai :)
dan galupa selalu bilang "terimakasih" walau responnya sejelek apapun
karna kita ga bakal tau seberapa berharganya kata itu ternyata untuk sebagian orang
disini aku belajar juga jadi orang yang sabar.... kadang dagangan ga laku sepi yang beli ya ini namanya resiko.harus kuat mental
tapi harus tetap semangat juga.. gaboleh nyerah!! tetap ramah dan tersenyum :)


tuh kan banyak banget pelajaran yang aku dapet. buat yang belum pernah coba ngeDanus, coba deh!! pasti kalian bakal dapet pengalaman seru dari sini
eheheheh

Kamis, 07 Agustus 2014

????

ini yang terakhir
aku janji
ini yang terakhir
izinkan aku berkata
untukmu seseorang yang bersembunyi disana
sudah cukup jauh rasanya aku berlari
pikirku...
berlari jauh melawan arah jejak persembunyianmu
begitu banyak tempat yang telah aku datangi
begitu banyak orang yang telah aku jumpai
sehingga aku berfikir aku telah cukup jauh melangkah
berlari dari semua angan dan harapan-harapan
tapi salah....
semua hanya fatamorgana semata

aku berhenti dan mendapati mu disana
hanya diam....
aku tahu...
dalam diam mu itu terselip berbagai makna
namun tak dapat aku terka

mendekat.....
semakin mendekat.. aku beranikan diri untuk mendekat
sekedar bertanya tentang semua diam mu itu
berharap akan lagit yang lebih cerah
dan membantu ku kembali meneruskan perjalananku
tanpa harus lagi aku berlari
tapi hanya berjalan pelan namun pasti
dengan titik yang benar nyata

aku tak berharap banyak
atau mungkin tak berharap
untuk mengubah  kupu-kupu menjadi ulat lagi
atau bahkan ayam yang kembali menjadi telur
aku hanya ingin semua menjadi jelas

sesulit itukah berbicara??????
seteguh itukah benteng persembunyianmu?
sebegitu angkuh kah dirimu?

jika memang semua harus berakhir dengan ribuan tanda tanya
maka akan aku turuti
tapi jangan salahkan aku...
jika aku menjadi orang yang lain.
karna aku tidak tau lagi bagai mana caranya bersikap.


Senin, 28 Juli 2014

betapa indahnya menghargai :)

hai apa kabar semuanya ? selamat lemaran yah teman-teman bagi yang merayakan.. maafin eka kalo banyak salah dan mungkin menyakiti hati kalian :)
hari ini tiba-tiba pingin banget nulis nih
mau cerita aja tentang "saling menghargai dan toleransi"
beberapa waktu yang lalu sempet buka suatu medsos dan liat posting seseorang tentang komentarnya
yang menurutku cukup sensitif.
aku memang seorang keturunan china, agamaku pun khonghucu. yang mungkin sangat asing di telinga kalian
dan aku ibarat orang langka yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah kalian yang menjadi bagian dalam setiap perjalanan hidupku
ahahahhaa
tapi heran nya setiap aku bertemu dengan orang baru. pasti mereka tidak menyangka bahwa aku beragama khonghucu yang secara ga langsung pasti ke turunan china
ya ya ya.. aku memang keturunan cina.. tapi mamaku berasal dari jawa tengah. mungkin itu yang menyebabkan aku tidak seperti seorang yang memiliki keturunan china
dan rata-rata mereka mengira aku adalah seorang muslim. mungkin karna temenku banyak yang muslim juga (?)
nyambung ga ?

dari kecil aku bersekolah di sekolah negeri SD SMP SMA sampai Kuliah sekarang. alm Papa ku sangat membebaskan ku dalam memilih setiap pilihan untuk masa depanku, berbeda dengan keluarga papaku dan orang china kebanyakan.

Keluarga papaku dan orang-orang china kebanyakan memilih untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta. Alasanya beragam... ada yang menganggap sekolah negeri itu jelek , atau takut anak mereka terkontaminasi dengan orang-orang luar, atau bahkan malas jika anaknya berteman dengan orang-orang yang berbeda dari mereka
Tapi sekarang mungkin sedikit sekali yang masih berikir seperti itu. Kita mulai terbuka.. dan aku sangat merasakan itu sekarang

Dari awal sekolah SD sampai SMA aku sangat bersyukur walaupun memang sedikit ribet untuk mendapatkan pendidikan agama khonghucu. Tapi dari pihak sekolah maupun lembaga keagamaan ga pernah mempermasalahkan. Ga pernah ada masalah

Aku ga pernah merasa aneh berada di dekat teman-teman sekolahku. Aku memang berbeda tapi aku bangga dan aku suka menjadi berbeda. Begitu pula mereka tema-teman yang selalu welcome dan saling menghargai satu sama lain

Bahkan dulu aku waktu SD SMP SMA pernah beberapa kali ikut masuk dalam pembelajaran agama islam. Disana aku juga ikut mendengarkan apa yang mereka imani. Saat mendengarkan pembelajaran tersebut aku merasa sama seperti saat mendengarkan khotbah di lithang (tepat ibadah agama khonghucu).

Pasti ada yang berbeda, itu pasti. Tapi itu adalah keyakinan kita masing-masing, iman kita. Yang aku ambil adalah pelajaran-pelajaran baik dan sisanya yang mungkin berbeda dengan yang aku imani aku biarkan lepas.

ku belajar banyak sekali dari mereka semua. Bahkan guru Agama Islam di SD dan SMA hafal namaku, dan mereka bersikap ramah sekali kepadaku. Tanpa pernah melihat suatu perbedaan yang ada.

Kebetulan saat aku SMA, aku bersekolah di sekolah yang nuansa islamnya tuh kental banget. Rata-rata siswi disana berkerudung dan rohis sangat mendominasi. Nah di sini aku belajar banyak tentang agama Islam, aku jadi tahu banyak.

Di SMA ini Mungkin awalnya aku berfikir “kalian terlalu berlebihan”. Mungkin ada benarnya di satu sisi tapi disisi lainya banyak banget hal-hal yang bisa aku dapetin disini. Lingkungan SMA ini lah yang sekarang selalu jadi patokan aku untuk menilai lingkunganku sekarang di dunia perkuliahan

Yang intinya sih aku bersyukur banget J
Tuhan mempertemukan aku dengan orang-orang yang baik dan sangat menghargai.
Tapi mingkin belum semua orang bisa bersikap seperti itu, merangkul suatu perbedaan.
Aku sedih saat ada sebagian orang yang memandang sebelah mata dan dengan tanpa bersalahnya berkomentar seenak mereka.
Aku warga negara indonesia dan sama dengan yang lainya, bukankah kita bersaudara?
Aku cinta indonesia cinta banget!!
Kita memang berbeda dan indonesia itu beragam. Ga bisa satu paham dari satu pandangan saja yang dijadikan suatu landasan dalam pembanguna bangsa ini.
Mayoritas dan minoritas itu ga akan pernah ada saat kita saling menghargai.

Om ku pernah bilang sama aku

“kamu ga boleh jadi orang yang fanatik. Fanatik di luar tapi...di negara ini bukan Cuma kit, tapi ada banyak orang lain yang harus kita hargai dan kita rangkul untuk berjalan bersama bukan untuk mencari keributan dan berperang. Tapi saat kamu berada dalam lingkunganmu (sesama umatmu) kamu boleh fanatik, karna ini imanmu dan ini saudara seimanmu” -SSA-

Aku Cuma berharap kita semua bisa belajar dewasa(termasuk  aku). Bisa berfikir lebih luas dan bisa menghargai satu sama lain. Bukan Cuma dalam hal agama, tapi lebih dari itu... dalam nilai-nilai kehidupan.
Aku Cuma ingin Indonesia ini damai tanpa perselisihan yang mungkin menyakitkan berbagai pihak.
Perbedaan itu wajar, semua bisa indah.. tergantung dari cara kita melihat dan menyikapinya
Sekian buat malam ini... semoga bisa membuka sedikit hati kecil kita masing-masing J