Jumat, 13 Februari 2015

takdir?

Banyak banget yang bahas tentang "Cinta Beda Agama"
Media sosial khususnya. Banyak sekali yang membahas tentang cinta beda agama.Aku rasa sih ini wajar banget terjadi. Melihat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Tidak bisa di pungkiri jika kita bisa dengan mudah jatuh cinta dengan orang yang 'berbeda' dengan kita.

Membahas tentang cinta beda agama. Film-film banyak sekali yang mengangkat cerita tentang ini. Yang endingnya itu rata-rata 'gantung', gantung disini ya gitu ga clear tapi intinya ya ga bisa satu. Dari sekian banyak film yang aku tonton. Paling suka sama satu film inii.....

"Cin(T)a"

Tapi menurut aku disini bukan cuma soal cinta sih tapi lebih universal. Bagaimana kita menghargai orang yang berbeda dengan kita, bertoleransi. Dan cerita disini aku rasa memang sesuai dengan realita yang ada di Indonesia.

satu kata-kata yang aku ingat dari film itu
"Lo pikir kenapa Tuhan ciptain atheis? Capek kali di sembah dan di puja terus."
"Kenapa Tuhan ciptain kita beda-beda? kalau Tuhan hanya mau di sembah dengan 1 cara?"
"Makanya Tuhan nyiptain cinta, agar yang beda-beda bisa tetap bersama."

Jika semuanya adalah Takdir yang berarti rencana dari Tuhan.Ketika takdir membawa mu pada suatu hal yang bersebrangan, apakah Tuhan akan marah? apakah mereka salah?.
Sulit banget rasanya menjawab dan menyelesaikan pertanyaan itu.

ada kata-kata lagi......

" Tuhan lo sendiri aja berani lo Khianati, apa lagi gue yang cuma manusia?"

Pernyataan ini memang realistis sih. Tuhan, sesuatu yang lo imani dan lo yakini sejak lo kecil berani lo khianati. Tapi pernahkan kalian berfikir. Iman yang kalian imani sekarang memang apa yang benar benar kalian yakini atas hati nurani dan kesadaran kalian tanpa ada sangkut paut dengan garis keturunan dan semacamnya. Gue selalu salut lihat orang yang pindah agama saat mereka dewasa, bukan karena cintanya dengan seseorang. Mereka berani memilih jalan yang mereka yakini sesuai hati nurani mereka walau berbeda dengan garis yang seharusnya ia lanjutkan. waw banget!

Awalnya aku nyaris setuju dengan penyataan ini, tapi setelah aku pikir.................
Rasanya ga pantas aku membenarkan pernyataan ini. Seperti menghakimi orangtua ku sendiri sedangkan aku lahir dan aku bisa ada disini tidak lain yaa karna orang tua ku juga salah satunya.
Apakah salah jika mamaku memilih seseorang yang ia cintai?
Apakah mama ku tak pernah mencintai Tuhan nya?
Apakah mama ku tak mencintai keluarganya?
Lalu........................ jika aku menyatakan bahwa "ini lah takdir yang di berikan Tuhan untuk mama ku"
apakah ini salah?
Bahkan mamaku tetap mencintai papa ku walau mereka sudah terpisah sangat jauh. Mamaku pun tak pernah berfikir untung mengubah keyakinanya setelah Papa meninggal.
Aku rasa takdir Tuhan terlalu indah untuk aku hakimi. Karena soal keyakinan, cinta, dan iman biarlah itu menjadi urusan kita masing-masing. Jangan pernah mengusik orang lain.

Yang mereasakan dan yang menjalankan adalah mereka.... jika memang sudah takdirnya kamu mau apa? beragumen hanya untuk menampik semuanya? sia-sia.

ini cuma pemikiran aku aja, mungkin banyak banget yang berbeda pemikiran dengan aku.cuma sekedar ingin berbagi bercerita Tidak ingin mempengaruhi atau menghasut :)

Selasa, 27 Januari 2015

diam.................
jalan terbaik dalam mendinginkan masalah
membiarkan setiap persepsi mucul
mendengarkan setiap teriakan
sampai puas, sampai lega
biarkan hanya aku dan Tuhan yang tahu rasanya

tak bisa kah semua setenang air?
diam saja
sunyi! cukup dengan sunyi
tak mau lagi mendengar bisikan bisikan kosong
hanya itu yang aku ingin

hidup ini sudah terlalu sulit
jika aku harus selalu mendengarkan setiap teriakan itu
tak ada habisnya
atau bahkan hanya dengan tidak sengaja mendengar bisikan-bisikan itu
risih rasanyaa
aku hanya melalukan yang terbaik yang bisa aku lakukan

sisanya...
hasilnya....
biarkan takdir yangmemberikan jawaban
pasrah....
ya memang
begitulah hidup

Sabtu, 24 Januari 2015

gelas kosong


gelas ini kosong... tanpa isi
dan rasanya aku pun tak mau mengisinya dengan apapun
air...
beras....
atau mutiara sekalipun
aku sungguh tak tertarik
menutupnya rapat-rapat
dam tak akan aku biar kan satu orang pun mengisinya
kosong..
ya begitulah memang
kalian bisa melihatnya
itu tak benar-benar kosong
udara di dalamnya tetap mengisi
membiarkan entah hewan apa di dalamnya
dan mereka masih tetap bisa hidup
karena kosong
tidak benar-benar kosong