Sabtu, 20 September 2014

Kesabaran

“Aku capek, sangat capek. Aku belajar mati matian sedang temanku dengan enaknya menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek karena aku harus terus membantu ibu, sedang temanku punya pembantu. Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku capek karena harus menjaga lidahku, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!” sang anak mulai menangis.

Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya, ”Anakku, ayo ikut ayah”.
Mereka menyusuri jalan yang jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah,” anaknya terus mengeluh.

Akhirnya mereka sampai di sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan rindang.

“Wah… tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini!”

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah”.

”Anakku, taukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal amat indah?”

”Itu karena orang tidak mau mnyusuri jalan yang jelek, padahal mreka tau ada telaga di sini. Mereka hanya kurang sabar dalam menyusuri jalan ini.

”Anakku, kita butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan.”
 
 
http://www.meandconfucius.com/2012/03/kesabaran.html

Kamis, 11 September 2014

selamanya jadi kecil

kadang jadi anak kecil selamanya itu menyenangkan
jadi putri kecilnya mama selamanya
yang mungkin kadang menjengkelkan
tapi lebih banyak menggemaskan
menjadi anak kecil yang polos
yang cuma punya 2 pilihan...
senang atau sedih
tertawa atau menangis
rasanya simpel banget, ga rumit
mungkin dunia di otak mereka dulu itu seperti film-film kartun yang mereka tonton
bukan seperti sinetron
hahahaha
sedih ga sih kalau anak kecil jaman sekarang tontonanya sinetron?
ga kebayang.. masih sekecil itu udah mikir rumitnya hidup
intrik-intrik.. dan kejamnya orang-orang di sekitar kita
mungkin banyak banget orang yang ingin kembali kemasa kecil
seperti aku.....
cuma tau orang baik dan orang jahat
orang jahatnya pun seperti yang di ajarkan di pelajaran pkn
ga sepicik keadaan yang sebenarnya
mungkin itu alasanya pelajaran sd dibatasi ga sampai luas banget
biar anak kecil masih bisa menikmati masa kecilnya :(
rasanya ga pingin dewasa..
bahkan takut jadi dewasa.. jadi tua... punya umur 20an
masih pingin jadi putri kecilnya mama.. yang bisa manja-manjaan terus
glendotan ga jelas.. berantem-berantem lucu sm mama
main kelitiklekitikan
huffttt
waktu memang berjalan cepat sekali
aku semakin dewasa dan mamaku yang semakin menua
mungkin saatnya akan terbalik, aku akan menjadi superheronya mama
bukan lagi putri kecil tapi jadi putri yang akan memimpin kerajaan(?)
dan mama ku sang ratu yang hanya duduk manis melihat putrinya tumbuh jadi orang yang hebat
tapi untuk sekarang aku tetap ingin jadi putri kecil yang manis aja :(


Minggu, 07 September 2014




Tidak perlu cemas, kekasih sejati tidak akan mempermasalahkan bagaimana wajah dan bentuk tubuhmu. Mereka akan menerima kamu karena mereka tahu kekurangan dan kelebihanmu. Percayalah…, tidak ada perempuan yang sempurna seperti apa yang kamu bayangkan. Bahkan sosok yang kamu bandingkan dengan dirimu dan kamu anggap sempurna itu mungkin saja merasa dirinya masih memiliki banyak kekurangan dan menginginkan sesuatu yang lebih”.

Sempet baca buku itu sekilas, yang menarik menurutku kata-kata itu sih
Kita itu terkadang terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain
Membandingkan diri kita satu sama lain
Atau bahkan iri dengan yang lainnya
Padahal yang seharusnya kita tahu tidak ada manusia yang sempurna
Bahkan orang yang kamu anggap sempurna pun mungkin merasa dirinya masih banyak sekali kekurangan
Lalu buat apa kalian masih membanding-bandingkan??
Mereka semua sama kok merasakan apa yang kalian rasakan
Kalian hanya terfokus pada pandangan yang… ga salah juga sih
Hingga akhirnya menyimpulkan betapa sempurnanya mereka
Apakah kalian tahu…
Mungkin saja menurut orang lain kalian adalah sosok yang sempurna
Kalian mungkin tidak menyadarinya
Karna kalian hanya terfokus untuk mengurusi kelebihan orang lain
Dan jarang sekali melihat dirisendiri dan mengembangkan apa yang kalian punya
Setiap orang, siapapun itu punya potensi masing-masing dalam dirinya
Semua orang… bahkan orang yang memiliki keterbatasan sekali pun
Jangan pernah menjadi seorang yang rendah diri J