Jumat, 07 Juli 2017

tumbuh

memaksa ikan hidup di daratan sungguh tidak manusiawi
aku memaksakan mereka hidup di daratan, sedangkan nyawanya berada di air
tumbuhan dan hewan-hewan lain dibawah sana membutuhkanya
aku bersihkeras ia tetap akan hidup di daratan dengan kotak yang ku buat dari kaca yang terbatas
kamu tidak membuatnya hidup! kamu hanya menyiksanya
bukan kah membiarkan ia tetap hidup adalah suatu yang mulia? membiarkan ia tumbuh dan sekelilingnya tumbuh karnanya. bukan kah itu membahagiakan?
kamu bahagia, tapi ia tercekik dalam tubuhnya
apakah itu sebenarnya yang dinamakan bahagia?
membiarkan mereka semua tumbuh sebagai mana mestinya , itulah kebahagiaan sebenarnya

Minggu, 28 Mei 2017

--

untuk pertama kalinya aku menangis dan mengadu tentang ketakutanku perihal pendidikanku
orangtuaku pasti sangat paham, anaknya yang tidak pernah mengadu dan menangis dihadapanya ini telah mengalami ketakutan yang cukup berat baginya hingga tidak mampu lagi dipikul sendiri.
orangtuaku langsung heboh memberikan wejangan dan tak henti hentinya meminta restu dan doa dari semua orang, karena sungguh kali ini aku sangat takut.
sore hari itu, percakapan kami terbuka lewat isak tangis dan keluhanku. tangis ketakutan jikalau tidak mampu memnyelesaikan dan mengecewakan orangtuaku. menambah beban di punggungnya rasanya membuatku takut sekali.
siapapun pembaca yang tidak sengaja membaca, aku memohon maaf dan meminta doa kalian jika berkenan agar aku dapat sabar dan kuat selalu menjalani semuanya. Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya. aku yakin.
semangat, selamat malam
mahasiswa semester akhir, semoga kekuatan, kesabaran, keberkahan, selalu bersama kita semua

Jumat, 07 April 2017

kesadaran

siap tidak siap kita akan selalu berkata tidak siap
mengapa harus mengunggunakan kata tidak untuk membuka perjalanan besarmu
atau mungkin kamu ingin menggantikan kata tidak dengan belum?
untuk satu hal ini mungkin kata belum sama saja dengan kata tidak
kita terlalu membiarkan waktu menunggu, egois
kamu itu siapa berani beraninya membiarkan waktu menunggu?
waktu tidak pernah bersedia, untuk siapapun
apalagi kamu, seorang pemalas yang selalu acuh dengan waktu
jalani semua dengan kesadaran mu, aku pernah membaca tulisan seseorang
ia menerima dan memilih pilihan besar hidupnya bukan karena kesiapan, tapi karna kesadaran

aku sepakat!
manusia, mahluk yang tidak berpuas diri, selalu merasa kurang, dan selalu ingin lebih
dan sayang nya mereka ingin lebih tapi takpernah merasa sanggup untuk membuka gerbang perjalanan besar itu
dan mereka tidak bisa merasa cukup dan siap , tapi tak berani bergerak
kenapa?
maka itulah, kesadaran lah yang memainkan peranya untuk sekarang

kesadaranmu bergantung pada pemahaman akan hidupmu
bukalah hatimu, tenangkan dia
bersandarlah pada tuntunan agamamu, tilik lah pengalaman sebelumnya, dan lihatlah lingkungan sekelilingmu
sadarmu akan terbuka dengan sendirinya

aku sadar ini yang harus aku lakukan, dan aku ternyata memang siap!